|
Ditulis oleh Tanri abeng
|
|
Jumat, 14 Juni 2002 |
|
Kalau ada kontes Menteri mana yang paling banyak didemo oleh masyarakat selama kabinet reformasi yang lalu, barangkali jawabannya adalah Tanri Abeng selaku Menteri Negara Pendayagunaan BUMN. Persoalannya apa lagi kalau bukan BUMN, mulai masalah restrukturisasi, privatisasi bahkan sampai pada minyak goreng. Semua demonstran yang datang biasanya dilayani secara baik. Adalah di depan kantornya yang baru gedung di Medan Merdeka Barat, para demontran selain di daftar di Satpam juga disediakan tempat khusus untuk unjuk rasa. Dan untuk Mengetahui kebijakannya yang banyak dikritik itu, Wartawan Media mewawancarainya. Tulisan ini adalah dikutip dari wawancara wartawan Media Indonesia dengan Tanri Abeng pada saat menjabat Menteri BUMN. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Tanri Abeng
|
|
Jumat, 07 Juni 2002 |
|
Kelaziman bagi seorang CEO adalah memutuskan untuk menjalankan sesuatu yang memberikan hasil maksimal atau signifikan bagi organisasi. Inilah prinsip Pareto, di mana seorang eksekutif memanajemeni The Strategic or vital few dan mendelegasikan the trivial many kepada para bawahannya. Penulis berkeyakinan bahwa Pareto dalam pembangunan nasional adalah BUMN, karena seperti yang dinyatakannya dalam pelbagai bab sebelum dan sesudah Bagian ini, merekalah The only effective player left in town, pasca Krisis. Sebagai mantan Menteri Negara Pemberdayaan BUMN kendati, hanya 18 bulan penulis mengetahui persis, kedalaman dan keluasan dari pernyataannya. Bahkan tidak sekedar mengetahui. Ia, dalam kapasitasnya sebagai seorang Menteri, sudah meletakkan fondasi-fondasi yang benar agar BUMN dapat menjadi menjadi lembaga bisnis yang tangguh, efisien, dan kompetitif di pasar global. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Tanri Abeng
|
|
Rabu, 28 Juni 2000 |
|
Ekonomi abad 21, yang ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut: |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|