|
INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA KATUP PENGAMAN PEREKONOMIAN NASIONAL |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 08 Pebruari 2012 |
Pernahkah terpikirkan oleh kita bagaimana bangsa Indonesia akan membayar hutang-hutangnya apabila kita sudah tidak memiliki lagi sumber daya alam, minyak dan gas bumi ataupun bahan-bahan pertambangan dan kehutanan ? Sesungguhnya salah satu jawaban adalah kelola sektor pariwisata sebaik-baiknya, karena dari sumber pariwisata inilah nantinya devisa diharapkan akan mengalir secara deras masuk ke Indonesia.
Adalah Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi, yang memiliki visi yang tajam melihat peluang yang terkandung dalam sektor pariwisata, sehingga pada awal tahun 2003, Koizumi mencanangkan untuk “back to basic” menghidupkan kembali pariwisata Jepang yang pernah menjadi sumber devisa utama dimasa lalu, guna mengatasi menurunnya perolehan devisa akibat melemahnya daya saing barangbarang industri yang di ekspor ke berbagai negara akibat ancaman berbagai produk dari RRC, Taiwan dan Korea Selatan.
Pemerintah Indonesia seharusnya mengikuti jejak Koizumi, menyiapkan kerangka tinggal landas pariwisata Indonesia terutama setelah terjadinya berbagai musibah teror yang tahun ini ditandai dengan Bom Mega Kuningan atau Bom Mariott II, karena sebenarnya aset pariwisata Indonesia sudah disediakan oleh Sang Maha Pencipta untuk rakyat Indonesia, hanya memerlukan pengelolaan secara profesional saja, untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.
Lebih lengkap, silahkan download disini. |