|
Ditulis oleh Saparinah Sadli
|
|
Jumat, 15 Oktober 1999 |
Acara: Dialog Nasional, 15 Oktober 1998. Ketua Komisi
Kekerasan terhadap perempuan yang telah berlangsung sejak bertahun-tahun di berbagai daerah di Indonesia telah mencuat sebagai isu nasional dengan terjadinya peristiwa kerusuhan tgl. 13-15 Mei. Sehubungan dengan peristiwa kerusuhan dan kekerasan seksual tersebut, kelompok-kelompok maupun organisasi-organisasi sosial dalam masyarakat telah membuat berbagai pernyataan yang meminta Pemerintah untuk mengutuk kerusuhan termasuk terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Karena hingga bulan Juli 1998 Pemerintah belum berespons terhadap pernyataan-pernyataan yang telah ditujukan kepadanya, maka Masyarakat Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang terdiri dari perempuan-perempuan yang tergabung dalam organisasi perempuan maupun sebagai pribadi-pribadi yang aktif dan peduli terhadap ditegakkannya hak-hak asasi perempuan sebagai hak asasi manusia memutuskan untuk menemui Presiden pada tanggal 15 Juli yang lalu. Dalam pertemuan tersebut, maka atas desakan Masyarakat Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Presiden sebagai Kepala Negara menyetujui dibentuknya suatu Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang telah dikukuhkan dengan suatu Surat Keputusan Presiden (tgl 9 Oktober 1998). |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Saparinah Sadli
|
|
Sabtu, 24 April 1999 |
|
Hari Kartini memperingati jasa-jasa seorang pahlawan perempuan yang bertekad mengentaskan kaumnya dari kebodohan dan kemiskinan. Kartini yang lebih dikenal sebagai pejuang emansipasi perempuan dan perlunya dipenuhi hak anak perempuan akan pendidikan pada dasarnya memperjuangkan agar dengan menghapuskan kemiskinan dan kebodohan perempuan kualitas bangsa dapat ditingkatkan, hubungan antar jender yang setara. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Saparinah Sadli
|
|
Sabtu, 02 Mei 1998 |
|
Dibacakan oleh Prof. Dr. Saparinah Sadli, pada Seminar "Menegakkan Kembali Jati diri dan Harga diri Bangsa melalui Pendidikan Nasional", di Balairung UI, Kampus UI Depok, Sabtu 2 Meti 1998
Krisis ekonomi dan politik di Indonesia saat ini telah menuntut kita sebagai bangsa untuk segera melakukan reformasi di seluruh bidang kehidupan. Mengingat bahwa pendidikan amat berperan dalam mengembangkan manusia yang dilahirkan sebagai mahluk biologis menjadi manusia yang berbudaya dan berwatak (memiliki karakter), dipandang perlu untuk melakukan reformasi di bidang pendidikan. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|