|
Ditulis oleh Prof. M. Sadli
|
|
Senin, 31 Januari 2005 |
|
Walaupun pasti mengulangi banyak pernilaian 100 hari pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, namun editorial ini kiranya juga patut mencatat persepsinya. Tidak ada komentator yang menilai kinerja 100 hari ini baik. Tetapi, sangat mungkin ‘hukuman” ini adalah akibat strategi SBY sendiri yang ketika berkampanye telah berjanji terlalu banyak, bahkan disertai ukuran kuantitatip. Misalnya, ia berjanji bahwa laju pertumbuhan ekonomi selama lima tahun ini rata-rata akan mencapai 7,6%. Oleh karena startnya dari sekitar 5% setahun maka akhir 2009 laju ini harus mencapai hampir 8%. Potensinya mungkin ada, akan tetapi di Indonesia banyak masih tergantung dari kualitas kepimpinan dan pemerintahan, yang akhirnya menjadi tanggung jawab person SBY bersama MJK. Maka akhirnya, “apakah orang (masih) bisa percaya terhadap kualitas kepimpinan ini?” Jawabnya pun tidak bisa diberikan tanpa kualifikasi. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Senin, 24 Januari 2005 |
YANG DIPERTAROHKAN PEMERINTAH ADALAH TEKADNYA
Berita penting minggu lalu adalah terselenggaranya Indonesia Infrastructure Summit, tanggal 17-18 Januari 2005, yang dihadiri oleh Presiden, Wakil Presiden, Menko Perekonomian dan para menteri di bidang ekonomi lainnya. Pembangunan infrastruktur besar-besaran menjadi kebijakan utama Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan di dukung penuh oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. Presiden SBY memang mencanangkan angka-angka sasaran ekonomi yang ambisius sekali, yakni ia mau mencapai laju pertumbuhan PDB rata-rata 6,6% setahun selama lima tahun 2005-2009. Karena laju pertumbuhan PDB tahun 2005 diperkirakan (hanya) 5,5% maka setiap tahun sesudahnya laju pertumbuhan ini harus naik sampai mencapai 7,9% di tahun 2005. Ini sungguh ambisius, akan tetapi biarlah menjadi tekad pemerintah baru. Potensinya memang ada. Bandingkan saja Thailand, yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil, kekayaan alamnya lebih sedikit, akan tetapi ekspornya lebih besar daripada Indonesia dan pendapatan per kapitanya hampir dua kali Indonesia. Thailand bisa bangkit dari krisis lebih dulu. Yang membuat Indonesia tidak bisa melaksanakan potensinya adalah politik dan kultur (KKN sudah menjadi bagian kulturnya). Hanya pemerintah dan leadership yang kuat bisa mengatasi hambatan politik dan kultur ini. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Senin, 17 Januari 2005 |
|
Biaya ekonomi gempa bumi dan tsunami di Aceh terhadap ekonomi Indonesia terbatas, karena daerah yang tertimpa bukan daerah industri, bukan daerah pertambangan atau sumber ekspor komoditi primer. Di lain fihak, bencana alam ini telah makan korban jiwa ratusan ribu dan lebih dari satu juta orang menjadi pengungsi, merupakan bencana berskala internasional yang begitu dahsyat sehingga liputan di CNN dan BBC masih saja berjalan hampir setiap hari. Bencana menggugah simpati masyarakat dunia sehingga seluruh dunia, baik pemerintahnya maupun masyarakatnya tergugah untuk membantu. Maka di Aceh dewasa ini ada lebih dari seribu pasukan asing melakukan misi kemanusiaan, sedangkan jumlah relawan asing lebih besar lagi. Faktor inilah yang memicu bayangan perubahan pada wajah politik di Indonesia yang cukup penting. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Senin, 10 Januari 2005 |
|
Walaupun bencana di Aceh meminta korban yang jauh lebih besar daripada bencana meletusnya gunung Krakatau di abad ke-19, namun dampak kepada ekonomi nasional, diukur dengan produksi nasional, adalah kecil. Daerah yang terpukul bukan daerah industri, sasaran penanaman modal yang besar, bukan daerah parawisata, dan juga bukan daerah ekspor komoditi primer. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Senin, 03 Januari 2005 |
|
Menurut perkiraan Pemerintah maka ekonomi tahun 2005 akan lebih baik daripada tahun 2004, akan tetapi tidak banyak. Kalau laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2004 diperkirakan sekitar 5% maka untuk tahun 2005 diperkirakan sekitar 5,5%. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 64 - 72 dari 130 |