|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Jumat, 13 Januari 2006 |
|
(Business News, Senin, 16 Januari 2006)
Indonesian Mining Association (IMA) adalah wadah bagi perusahaan-perusahaan asing dan nasional di bidang pertambangan umum. Direktur Eksekutipnya, Prio Prihadi, mengundang wartawan untuk minta perhatian akan iklim investasinya. Judul editorial ini dikutip dari liputannya di s.k. Suara Pembaruan, Kamis, 17 Januari 2006. IMA ini juga mengusahakan agar bisa bertemu dengan Menko Perekonomian, Boediono. Bidang pertambangan ini juga mengalami publisitas yang merugikan setelah Amien Rais, politikus kondang, melemparkan tuduhan umum akan saratnya korupsi, terutama dalam kaitan dengan Kontrak Karya PMA. Apakah ada juga sentimen baru anti asing karena PMA tampak dominan? |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Selasa, 03 Januari 2006 |
(Business News, Senin, 2 Januari 2006)
Kalau kita mengamati masalah-masalah yang dihadapi Menteri Perdagangan sehari-hari maka kesan adalah bahwa ikhtiarnya mencari keseimbangan antara keperluan mendukung persaingan, dan mengakomodasikan sentimen-sentimen dalam negeri yang menghendaki proteksi, menyita banyak waktu dan fikiran, dan akhirnya tidak ada kalangan yang puas sekali. Menemukan keseimbangan demikian senantiasa adalah sulit dan dilematis. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Jumat, 23 Desember 2005 |
|
(Business News, Senin, 26 Desember 2005)
Setiap kali menjelang akhir tahun kita mengharapkan tahun yang datang lebih baik. Perkembangan tahun sekarang sungguh tidak terlalu menggembirakan. Walaupun pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama tahun 2005 masih baik, yakni sekitar 6,1% ukuran tahunan, namun pada triwulan-triwulan berikutnya pertumbuhan ini turun. Pada triwulan keempat ada kejutan besar berupa kenaikan harga-harga BBM. Ini menimbulkan inflasinya sendiri yang angkanya juga lebih besar daripada yang diperkirakan. Kalangan pemerintah memperkirakan dampak inflasi tambahan karena kenaikan harga BBM ini sekitar 5%, akan tetapi nyatanya antara tujuh dan delapan persen, oleh karena harga-harga pangan dan produk pangan ikut naik. Ini menandakan bahwa di masyarakat ada inflationary expectations yang masih cukup tinggi. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Senin, 19 Desember 2005 |
|
(Business News, Senin, 19 Desember 2005)
Masalah beban angsuran utang negara sekonyong-konyong timbul di pembicaraan umum sesudah reshuffle kabinet yang menghasilkan tokoh politik sebagai kepala BAPPENAS, Paskah Suzetta. Ia bukan “teknokrat” (sebutan populer ahli ekonomi non-partai dalam kedudukan menteri) melainkan ketua komisi di DPR dan kader Partai Golkar. Menurut orang IMF yang berkedudukan di Jakarta, ia tidak heran karena pada pengalaman kontaknya dengan DPR masalah ini sering masuk pembicaraan. Di lain fihak, dari tokoh-tokoh pemerintah, terutama menteri ekonomi, masalah ini jarang sekali diketengahkan dan dianggap terlalu sensitip. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh M. Sadli
|
|
Jumat, 09 Desember 2005 |
|
(Business News, Senin, tanggal 12 Desember 2005)
Pada umumnya, Pemerintah sadar bahwa keadaan ekonomi tidak terlalu baik. Ekonomi jangka pendek hidup di bawah bayangan inflasi yang sangat tinggi, kira-kira 18% setahun, terutama setelah kenaikan harga BBM bulan Oktober. Laju pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan pun tidak akan mencapai sasaran pemerintah. Untuk tahun ini kalau sedikit di atas 5,3% sudah bagus. Untuk tahun depan maka sasaran pemerintah adalah 6,2% akan tetapi ini sudah pasti tidak akan tercapai. Apakah laju pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa sedikit lebih baik daripada tahun 2005, itu pun pada waktu ini tampak tidak pasti. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 10 - 18 dari 130 |