|
Ditulis oleh Sadli
|
|
Senin, 18 Oktober 2004 |
|
Pada seminar sehari dengan team wakil Pemerintah Jepang (terdiri dari enam professor) di Jakarta belakangan ini maka seorang peserta yang mewakili kubu Jusuf Kalla akhirnya tak bisa menahan diri mendengarkan para professor Jepang dan ekonom Indonesia semuanya membicarakan sempitnya ruang untuk kebijakan fiskal. Baginya yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja! |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Sadli
|
|
Senin, 11 Oktober 2004 |
|
Harga minyak bumi melangit sampai mencapai $ 50 satu barrel (159 liter). Apakah gejala demikian menguntungkan atau merugikan ekonomi Indonesia? Sebaiknya ini dihitung dengan model matematik dengan memperhitungkan segala efeknya kepada kestabilan makro ekonomi dan bagaimana dampak konjungtur ekonomi dunia akhirnya kepada ekonomi Indonesia lewat ekspor-impornya. Kita tidak punya perhitungan demikian, sehingga komentar kami lebih bersifat “intuisi” dan common sense saja. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Sadli
|
|
Senin, 04 Oktober 2004 |
|
Walaupun Capres Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi belum dinyatakan menang, namun euforia tetap membara, ditiup harapan ada pimpinan nasional baru untuk melakukan perubahan. Sikap SBY pun menunjangnya. Setiap sore ia adakan open house di rumahnya yang dikunjungi ratusan warga, sampai ibu rumah tangga dan anak-anak yang tertarik pada suguhan makanannya. Pada hari terakhir ada lebih dari 3000 pengunjung. Surat-surat dengan berbagai maksud, termasuk lamaran jadi menteri, menumpuk sampai setinggi satu meter. Kaum perempuan, yang dijanjikan empat kedudukan menteri, ramai-ramai mengusulkan lebih banyak nama. Seorang aktivis mereka sudah mengeluh: “Saya sedang kesal sama SBY”, karena calon menteri perempuan disertai syarat-syarat yang tidak secara khas dituntut kepada calon menteri laki-laki. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Sadli
|
|
Senin, 20 September 2004 |
|
Pada akhir hari tg 20 Sep hasil quick count menandakan bahwa SBY menang dari Megawati secara cukup meyakinkan, sekitar 61% dari suara yang syah untuk SBY dan sekitar 39% untuk Mega. Mega hanya unggul (bangat) di Bali. Menang sangat tipis di Solo akan tetapi kalah tipis di Jawa Tengah. Di lain-lain provinsi SBY unggul. Perhitungan suara yang nyata yang masuk KPU pada malam ini (sekitar jam 7) menunjukkan sekitar 59% untuk SBY dan 41% untuk Maga. Maka kali ini pun hasil quick count bisa dipandang cukup valid. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Sadli
|
|
Senin, 20 September 2004 |
|
Business News tetap terbit pada hari pemilu presiden, Senin tanggal 20 September, akan tetapi para lengganan kiranya baru akan membacanya hari Selasa berikutnya. Pada saat itu sangat mungkin sudah ada hasil quick count setelah hasil tusukan dihitung di TPS. Dari pengalaman maka quick count ini ternyata cukup akurat. Mungkin editorial ini sebetulnya tidak wajar ditulis karena terlalu dini untuk memprediksi hasilnya. Akan tetapi, kami tertarik untuk mencatat bahwa menurut logika seorang ekonom maka Susilo Bambang Yudhoyono-lah yang harus memang. Tentu nyatanya bisa lain. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 82 - 90 dari 130 |