Kamis, 29 Juli 2010
Artikel Terkini
Artikel Populer
MENTERI KEUANGAN BERKAMPANYE? PDF Cetak E-mail
Penilaian pengunjung: / 2
JelekBagus sekali 
Ditulis oleh M. Sadli   
Senin, 29 Maret 2004
Menteri Keuangan Boediono bukan tokoh partai politik. Jadi tidak bisa ikut berkampanye. Akan tetapi di surat kabar Business Indonesia, Rabu tanggal 23 Maret, ia menyatakan: “Investasi akan masuk pada kuartal IV dan pertumbuhan ekonomi bisa lewati target”. Hanya ada syaratnya, yakni “Jika pemerintah hasil pemilu mampu menelurkan kebijakan rasional”. Menteri keuangan bahkan optimis target pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa melampaui target APBN 4,8%, dan kemungkinan bisa 5%, jika segalanya berjalan sesuai rencana. IMF merevisi ke atas prediksi pertumbuhan ekonomi dunia dari semula 4% menjadi sekitar 4,6%, terutama dipicu laju perekonomian yang relatif cepat di Amerika Serikat dan Jepang. Maka Boediono menjelaskan tren pemulihan ekonomi global akan menaikkan permintaan dunia, terutama negara tujuan ekspor utama Indonesia seperti AS dan Jepang.

Mengapa kami pasang sebagai judul “Menteri Keuangan Berkampanye?”. Karena secara implicit ia harapkan bahwa garis kebijakan ekonomi pemerintah sekarang bisa berlanjut. Tetapi, itu hanya pasti kalau Megawati Soekarnoputri terpilih kembali sebagai presiden. Dan Megawati nanti mempertahankan Boediono sebagai menteri keuangannya.

Apakah “ramalan” bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5% setahun itu “masuk akal”? Secara normal maka tidak, dan sampai sekarang juga tidak ada badan atau kalangan, misalnya perbankan internasional seperti Citigroup, yang berani menaroh angka tinggi demikian. Pada umumnya mereka kasih angka perkiraan sekitar 4,6%. Pemerintah sendiri, menteri keuangan, yang lebih optimis dan memasang angka 4,8%.

Apakah pertumbuhan ekonomi 4,6% atau 5% di tahun 2004, memang tergantung dari arus modal investasi yang masuk selama tahun ini. Karena akan ada tiga kali pemilihan dan bom-bom masih saja meledak atau ditemukan di Indonesia maka citra Indonesia sebagai negara aman (yang disebut “CNN effect”) masih belum terlalu positip. Pemerintah Amerika baru-baru saja mengeluarkan lagi travel advisory untuk perjalanan non-esensial bagi warganegera AS. Di lain fihak, menteri keuangan lebih lanjut mengakui sampai saat ini komitmen investor belum secara riil. Namun indikator secara kualitatif menujukkan sejumlah penanaman modal tertarik berinvestasi pada beberapa sektor seperti sumber daya alam dan energi. Dalam kaitan ini, dia menampik pendapat sebagian ekonom dan pelaku pasar yang pesimistis terhadap prospek ekonomi nasional.

Kami setuju yang akhir ini. Prospek perkembangan ekonomi nasional cukup memberi harapan. Akan tetapi, apakah pertumbuhan 5% sudah bisa diraih akhir tahun 2004, pada saat ini masih agak problematik. Tetapi, oleh karena faktor-faktor yang positip yang disebut menteri keuangan itu maka banyak kemungkinan pertumbuhan ekonomi membaik, dari sekitar 4,1% menuju ke 4,6%. Kami saat ini belum berani meramal pertumbuhan 5% di tahun 2004. Itu too good to be true, walaupun not impossible.

Hasil dari pemilu 5 April masih harus dilihat. Partai mana lebih besar, PDIP atau Partai Golkar? Kalau Golkar menjadi lebih besar maka ia harus mengusung calon presidennya sendiri, pemenang konvensi capres, dan ini sangat mungkin Akbar Tanjung. Maka dalam kontes presiden 4 Juli dan 20 September, apakah Megawati bisa menang secara cukup pasti? Kansnya besar akan tetapi tidak pasti. Masih juga tergantung masing-masing bisa membawa calon wakil presiden siapa?

Lagipula, faktor Amien Rais masih harus diperhitungkan. Walaupun hasil raihan PAN di tahun 1999 tidak besar (hanya 7% dari kursi DPR) namun kesan orang, peluang PAN kali ini lebih besar. Amien juga calon presiden. Secara relatip pribadinya yang paling “bersih”, dibandingkan Mega (dibayangi oleh citra Taufik Kiemas) dan Akbar Tanjung. Kalau Amien Rais terpilih menjadi presiden, apakah “syarat Boediono” masih berlaku? Belum tentu. Ia sangat mungkin akan bawa Bambang Sudibyo dan Fuad Bawasir sebagai menteri ekonomi dan ini tidak akan segera membangkitkan kepercayaan pasar. Tetapi, kans Amien Rais menang pemilihan presiden juga masih sangat tergantung siapa ia bisa bawa sebagai wapresnya dan apakah akan ada parpol besar yang ikut mendukungnya. Apakah akan ada aliansi “Poros Tengah Kedua” yang akan mencegah Mega (dan Akbar Tanjung?) menjadi presiden? Karena antara PKB dan partai-partai yang berbasis NU susah bersatu maka kemungkinan ini kiranya juga kecil.

Kalau Akbar Tanjung menjadi presiden, apakah ramalan Boediono bisa menjadi kenyataan? Hasil tahun 2005 mungkin bisa terpengaruhi, akan tetapi bukan tahun 2004, karena pemerintah baru masuk kantor Oktober.
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Menu Utama
Home
Adi Harsono
Ali Khomsan
Eddy Satriya
Hadi Soesastro
J Soedradjad D.
Jack M. Niles
Mari Pangestu
Mohammad Sadli
Myra Sidharta
Saparinah Sadli
Setyanto P. Santosa
Shanti L.P.
Tanri Abeng
Lain-lain
Katalog
Artikel
Biografi
Arsip Lama
CPF Luhulima
Desi Anwar
Hadi Soesastro
Iwan Jaya Azis
Jafar Basri
M. Sadli
Mira Sidharta
Sri Mulyani Indrawati
- - - - - - -
Bulletin Kadin
Yay. Padi & Kapas
Artikel/Info Terkait
© Copyright 2005, Pacific Link

Go to the www.pacfiic.net.id Kumpulan Artikel BIOGRAFI