|
Ditulis oleh Hadi Soesastro
|
|
Selasa, 26 Juli 2005 |
|
Barangkali memang kenyataan yang menjengkelkan bahwa seringkali orang baru mengambil tindakan bila berada dalam keadaan terjepit. Ketika BBM di beberapa pompa bensin, termasuk di Jakarta, benar-benar habis dan menimbulkan kepanikan masyarakat, maka baru ada gerakan. Sebelumnya, berbagai pihak di pemerintahan berusaha meninabobokkan masyarakat dengan memberikan jaminan bahwa stok BBM masih cukup. Tapi tindakan yang dilakukan dalam keadaan terjepit seringkali tidak menyelesaikan persoalan, bahkan membuatnya menjadi semakin rumit. Apakah penghematan merupakan solusi? Bisakah penghematan BBM dilakukan melalui ?peraturan dan perintah?? |
|
Baca selengkapnya...
|